Sabtu, 31 Desember 2016

Hernia atung

Bismillahirrohmanirrohim

Masih dalam rangka liburan akhir tahun ditempat mbah ayi-akung mendadak hari minggu uti telp kalau hari selasa atung mau operasi hernia, agak shock juga dengernya. Memang atung punya riwayat hernia dimasa mudanya dan pernah dioperasi pula ternyata ini kambuh lagi dengan rentang waktu kira-kira 25 tahun, awalnya atung kira kalau dulu yang sebelah kiri ini yang sakit sebelah kanan ternyata kata dokter yang bekas dulu kambuh lagi. Uti telp pake nangis-nangis lagi khawatir pastinya secara denger kata operasi pasti ada yang disobek-sobek hehe, padahal kata atung itu cuma operasi kecil tapi tetep aja cemas melanda semua keluarga.
Atung masuk rumah sakit di RS kraton pakai bpjs pensiunan dan harusnya kalau mengikuti kelas atung harusnya kelas 1 berhubung kelas 1 ada 2 bed atung pun gamau kurang privasinya yang pasti akhirnya naik kelas di kelas utama alhamdulillah pengurusan ruangannya dibantu tetangga yang kerja di rumah sakit itu, dan ternyata operasi diundur karena dokter bedahnya masih liburan tahun baru dan masuk lagi hari selasa akhirnya atung pun masuk rumah sakit hari rabu pagi dan semua dicek ricek gula darah, tekanan darah, rekap jantung dll kalau semuanya baik operasi dilakukan besoknya dan hasilnya nunggu keesokan harinya. Alhamdulillah semua masih standar normal akhirnya operasi pun jadi, atung masuk keruang bedah hari kamis pagi kira-kira satu jam operasi pun selesai dengan bius lokal katanya. Berarti atung bisa ngerasain kaya ibu-ibu yang ngelahirin pake operasi ceasar hihi. 
Kita datang nyampe rumah sakit siang jam 1 an kata ante ma om disuruh lewat belakang kita nurut to miumi juga pahamnya kalau parkirnya juga dibelakang ternyata kita salah parkir ditempat khusus karyawan haha padahal pas masuk kita lihat ada seorang bapak-bapak dipintu gerbang sedang duduk ayah juga sempat pamit bilang "langsung aja ya pak" dan bapaknya pun mengangguk kita ya masuk aja, miumi juga sempat bilang ke ayah kayanya itu juga pengunjung deh yah kok pake bajunya kemeja biasa kaya gitu. Kita ya melenggang kangkung parkir pas miumi telp ante minta di jemput ante bilang ho...dasar salah parkir tapi gapapa ding jadi gratis gitu katanya haha. Maksudnya ante tu parkirnya tetep didepan rs nya tapi masuk ke rumah sakitnya lewat belakang bukan dari parkirnya lewat belakang.  Soalnya miumi sempet keder gimana nih masuknya soalnya bawa balita ma bayi apa boleh masuk, udah mikir semisalpun ga boleh ya terpaksa mas ma adek miumi tinggal ma ante ma om diluar, tapi kata ante gapapa lewat belakang aja langsung mbrujul dan masuklah kita  dan liat atung sakit kata edgar langsung "kenapa atung sukanya manis-manis" haha, edgar taunya kalau atung masuk rumah sakit gara-gara penyakit gulanya. 



            Tim rewo-rewo yang pastinya mengganggu

Meduri asri

Iarpun deket yang penting oreore ...

Pertama adek ikut mas jelongjelong er Hot+hot ria 

Kesini juga gara gara dikasi ayi paket voucer kalau ga elum kepikiran kesini he he 

Rabu, 07 Desember 2016

Yeii..ice cream

 Bismillahirrohmanirrohim....


Setelah kita panas-panasan nyari lemari buat adek dan akhirnya yeii..kita ditraktir ante tika ice cream ( hehe lebay...), niat di jalan udah pengen ice cream ABC (kata upin-ipin Air Batu Campur) udah dipilihin di menu ice cream yang paling spektakuler eh pilihan jatuh ma ice float juga ( itu sih biasaa mas...) yang penting mas edgar senaang makasih ante sering-sering ya. Soalnya kalau ga di traktir pun ga pernah masuk di referensi tempat makan kita berempat hahaha.....













                                     








                                 





Selasa, 08 November 2016

Anak selalu ada bagi orangtua yang ada (wejangan buat ayah dan miumi)


“But there's a story behind everything. How a picture got on a wall. How a scar got on your face. Sometimes the stories are simple, and sometimes they are hard and heartbreaking. But behind all your stories is always your mother's story, because hers is where yours begin.”
― Mitch Albom, For One More Day

, ' use it up, wear it out, make it do or do without' yang kira-kira artinya 'gunakan sampai habis, pakailah sampai usang, gunakan apa yang ada, kalau tidak punya jangan mengada-ada'.

"Parents, they didn't leave you when you were young, so don't leave them when they are old" (Orangtua. Mereka tidak meninggalkan ketika Anda masih muda. Jadi jangan pernah meninggalkan mereka saat mereka tua) -- inilah salah satu kutipan yang saya temukan di media sosial.
Sebuah kutipan yang menyentuh hati, namun izinkan saya sedikit nyeleneh dengan menggunakan logika terbalik dari kutipan tersebut. Jika, orangtua tidak meninggalkan Anda saat Anda masih muda, maka Anda tak boleh meninggalkannya saat mereka tua. Lalu, bagaimana jika saat muda, Anda ditinggal? Bagaimana jika saat masih kecil, Anda lebih sering menghabiskan waktu bersama nenek-kakek, babysitter ketimbang orangtua? Anda harus lebih berbakti kepada mereka yang hadir bersama Anda atau Anda harus tetap mengutamakan orangtua? Padahal mereka lebih mengutamakan pekerjaannya dan pergaulannya.
Atau, bagaimana jika Anda anak yang bersama terus dengan orangtua, namun tak diberikan perhatian yang cukup? Apakah orangtua kerap mengomel saat nilai Anda jelek, namun tak pernah mau menemani belajar?
Lalu masihkah kita, sebagai anak, perlu berbakti? Sekitar satu bulan yang lalu, saya mengikuti cuitan dari akun @duniakanak. Isinya cukup bagus, sebagai pengingat untuk kita semua, para orangtua. Begini:
tahukah Anda apa musuh terbesar dalam mendidik anak? Apakah internet? Apakah televisi? Ataukah lingkungan pergaulan?
Musuh terbesar Anda dalam mendidik anak justru ada pada diri Anda sendiri. Satu sifat yang disebut malas. Malas mematikan handphone saat bermain bersama anak, namun tetap berharap anak lebih dekat dengan Anda dibanding dengan teman-temannya. Malas mendengar tangisan saat anak dilarang, tapi malah terus menuntut anak untuk patuh dan mempercayai Anda. Malas mendengar isi hati anak, Anda malah terus menerus menceramahi anak.
Malas memberikan pengaruh pada anak dengan cara mengobrol setiap hari, tapi tetap berharap anak tidak terpengaruh oleh buruknya lingkungan pergaulan. Malas melihat perilaku anak yang kadang membuat rumah menjadi acak-acakan, tapi justru berharap kelak anak menjadi dewasa yang smart dan jujur. Malas mengajarkan isi kitab suci pada anak, tapi berharap kelak anak menjadi dewasa yang mencintai dan teguh pada agamanya. Malas mendampingi anak belajar, namun menginginkan kelak anak menjadi dewasa yang smart dan jujur. Tertohokkah Anda? Semoga jawabannya iya. Dan mulailah berubah.
Ya, aturan kesopanan, norma dan agama menganjurkan kita untuk selalu berbakti pada orangtua, kapanpun, dimanapun, dan seperti apapun orangtua kita. Ya, meski mereka tak selalu ada, kita harus tetap mengupayakan untuk ada bagi mereka. Namun kini, setelah kita menjadi orangtua, tak ada salahnya untuk melakukan segalanya yang terbaik bagi anak.
Setidaknya nanti saat mereka dewasa, kita tidak membuat mereka berbakti pada kita demi memenuhi aturan norma dan agama semata. Tetapi karena mereka benar-benar ingin melakukannya, karena mereka mencintai kita sebagaimana kita mencintai mereka. Mereka ingin selalu ada untuk kita, karena kita, selalu ada untuk mereka. Pasti rasanya akan lebih menyenangkan, bukan?
Artikel mb' yasmina hasni benar-benar menggetarkan hati miumi, sebagai orang tua terkadang tidak sadar kita yang menciptakan dendam dan ada saatnya anak bisa membalasnya tanpa kita sadari. 

Mpasi episode ke 2

Bismillahirrohmanirrohim...
Pengen deh cerita soal pernak-pernik mpasi dan akhirnya pun kesampaian juga cerita mpasinya adek. Soalnya pas mas edgar ga bisa punya waktu santai, kali ini lumayan nebeng ditempat uti ga capek masak juga dan malam kalau agak segeran dikit (lumayan siang pas nenenin bisa ikut bobok sebentar, biasanya kan engga kalau adek bobok eh mas bangun giliran mas e bangun eh adeknya bobok nasib single fighter) dan pas malamnya berdua udah pada bobok gasik diselain deh cerita kaya gini ini. Padahal kan udah anak kedua ya tapi tetep aja waktu masuk 6 bulan mau memulai mpasi eh keder mak. Berhubung itu sudah 4 tahun yang lalu miumi kan jadi agak surem-surem gitu ingatannya akhirnya brosang-brosing lagi deh biar wawasannya terjangkau, coba pas mas edgar miumi cerita di blog mungkin buka dikit ingatannya jadi seger lagi. 
Mpasi kali ini miumi bikin se simple-simplenya bikos sudah beranak dua tanpa asisten ya di bikin se simple mungkin, soalnya miumi ga tega kasih maem instan jadi bikin yang super duper simple  terpenting tetap sehat Insha Allah.
First taste nyobain pisang cuman di kerok gitu aja pake sendok eh sempet muntah banyak, akhirnya ga miumi kasih lagi deh mungkin lain kali.
hari selanjutnya miumi kasih pure alpukat no mix-mix yang lainnya cuman agak diencerin aja pake air soalnya miumi ga simpan stock asi di luar pokoknya kalau mau nen harus dari gentongnya langsung. Pas dirasain agak aneh gitu mukanya tapi ga dimuntahin miumi cobain pelan-pelan sampai wajahnya berubah keenakkan hahaha. Seneng deh liat first tastenya kalau mpasi itu rupa-rupa sekali ekspresinya.  
Hari berikutnya langsung aja ya ke menu - menu sehari hari edisi mpasi kali ini 
Edisi 6 bulan
Disarankan pengenalan awal lebih sering kesayur hijau dulu seperti bayam, bok choi, brokoli, kalau buah misal alpukat pokoknya yang mendekati plain soalnya ada juga sayur yang cenderung manis seperti labu siam, wortel, kabocha, ubi. Cuman berusaha biar anak suka sayur.
Dan berhubung pengalaman kakaknya yang super duper full aktivitas dan asupannya kurang jadi kurus lah badannya (tapi yang penting sehat ya mas edgar (~.~) muc..muc..), miumi dikasih tau maemnya dicampur unsalted butter kalau kaya miumi yang awam makanan kaya gitu beli aja di supermarket kalau di toko bahan-bahan roti itu juga ada tanya aja mentega yang ga asin kalau pake bahasa-bahasa canggih unsalted-unsalted yang ada penjaga tokonya melongo hohoho. mentega itu buat tambah-tambah lemak berhubung awal-awal maem kan isinya cuman karbohidrat ma sayur buah miumi coba deh ikhtiar itu buat fat booster selain alpukat juga, tapi tetep yang penting sehat kalau gendut or kurus tapi sakit-sakitan emohlah. 

Ini dia menu-menu adek sehari-hari


ini penampakan stok mamnya adek yang udah beku, tinggal dimasukin aja di penghangat nasi ready to mam deh


Kalau sayur miumi suka dikukus, untuk sekali maem awal-awal 2 blok agak diencerin berhubung udah pakai butter kalau kurang encer bisa ditambahin air/asip sedikit. Sekarang nambah jadi 4 blok 2 blok karbo, 2 blok sayur takaran kira-kira sih setengah gelas sekali maem. Kombinasi muter aja biar ga cepet bosen, paling lama 4 hari dengan menu yang sama biar tau juga alergi apa tidak dengan makanan itu.  

Alpukat pepaya


jeruk baby, buah naga


kentang, wortel, tomat, butter


biskuit baby, pepaya


ubi kuning, buah naga
ini ubi kuning plus buah naga ternyata adek ga begitu suka biarpun maemnya pake senyum-senyum manis gitu ga habis juga maemnya, ni menu soalnya serba manis, kalau buah naga yang agak asem adek malah suka,"seger kali ya dek"

Alpukat, jeruk baby, buah naga


buah naga, kukis rasa original


jeruk baby, kukis rasa original


Dapet oleh-oleh dari mbah akung katanya dikasih temen, kata mbah akung namanya labu belanda setelah dilihat di supermarket ternyata namanya butternut pumpkins/labu madu, daging buahnya persis sama dengan labu parang cuman bijinya kecil-kecil bahkan ada juga yang tanpa biji rasanya manis cuman miumi kukus habis itu saring deh, adek agak ga lahap kalau cuman manis saja harus dicampur nasi/sayur hijau biar ga terlalu manis.




Senyummu merontokkan capeknya miumi bikin maem mu Lupyu...
Apapun maemanmu yang penting sehat terus ya nang two.