Selasa, 08 November 2016

Anak selalu ada bagi orangtua yang ada (wejangan buat ayah dan miumi)


“But there's a story behind everything. How a picture got on a wall. How a scar got on your face. Sometimes the stories are simple, and sometimes they are hard and heartbreaking. But behind all your stories is always your mother's story, because hers is where yours begin.”
― Mitch Albom, For One More Day

, ' use it up, wear it out, make it do or do without' yang kira-kira artinya 'gunakan sampai habis, pakailah sampai usang, gunakan apa yang ada, kalau tidak punya jangan mengada-ada'.

"Parents, they didn't leave you when you were young, so don't leave them when they are old" (Orangtua. Mereka tidak meninggalkan ketika Anda masih muda. Jadi jangan pernah meninggalkan mereka saat mereka tua) -- inilah salah satu kutipan yang saya temukan di media sosial.
Sebuah kutipan yang menyentuh hati, namun izinkan saya sedikit nyeleneh dengan menggunakan logika terbalik dari kutipan tersebut. Jika, orangtua tidak meninggalkan Anda saat Anda masih muda, maka Anda tak boleh meninggalkannya saat mereka tua. Lalu, bagaimana jika saat muda, Anda ditinggal? Bagaimana jika saat masih kecil, Anda lebih sering menghabiskan waktu bersama nenek-kakek, babysitter ketimbang orangtua? Anda harus lebih berbakti kepada mereka yang hadir bersama Anda atau Anda harus tetap mengutamakan orangtua? Padahal mereka lebih mengutamakan pekerjaannya dan pergaulannya.
Atau, bagaimana jika Anda anak yang bersama terus dengan orangtua, namun tak diberikan perhatian yang cukup? Apakah orangtua kerap mengomel saat nilai Anda jelek, namun tak pernah mau menemani belajar?
Lalu masihkah kita, sebagai anak, perlu berbakti? Sekitar satu bulan yang lalu, saya mengikuti cuitan dari akun @duniakanak. Isinya cukup bagus, sebagai pengingat untuk kita semua, para orangtua. Begini:
tahukah Anda apa musuh terbesar dalam mendidik anak? Apakah internet? Apakah televisi? Ataukah lingkungan pergaulan?
Musuh terbesar Anda dalam mendidik anak justru ada pada diri Anda sendiri. Satu sifat yang disebut malas. Malas mematikan handphone saat bermain bersama anak, namun tetap berharap anak lebih dekat dengan Anda dibanding dengan teman-temannya. Malas mendengar tangisan saat anak dilarang, tapi malah terus menuntut anak untuk patuh dan mempercayai Anda. Malas mendengar isi hati anak, Anda malah terus menerus menceramahi anak.
Malas memberikan pengaruh pada anak dengan cara mengobrol setiap hari, tapi tetap berharap anak tidak terpengaruh oleh buruknya lingkungan pergaulan. Malas melihat perilaku anak yang kadang membuat rumah menjadi acak-acakan, tapi justru berharap kelak anak menjadi dewasa yang smart dan jujur. Malas mengajarkan isi kitab suci pada anak, tapi berharap kelak anak menjadi dewasa yang mencintai dan teguh pada agamanya. Malas mendampingi anak belajar, namun menginginkan kelak anak menjadi dewasa yang smart dan jujur. Tertohokkah Anda? Semoga jawabannya iya. Dan mulailah berubah.
Ya, aturan kesopanan, norma dan agama menganjurkan kita untuk selalu berbakti pada orangtua, kapanpun, dimanapun, dan seperti apapun orangtua kita. Ya, meski mereka tak selalu ada, kita harus tetap mengupayakan untuk ada bagi mereka. Namun kini, setelah kita menjadi orangtua, tak ada salahnya untuk melakukan segalanya yang terbaik bagi anak.
Setidaknya nanti saat mereka dewasa, kita tidak membuat mereka berbakti pada kita demi memenuhi aturan norma dan agama semata. Tetapi karena mereka benar-benar ingin melakukannya, karena mereka mencintai kita sebagaimana kita mencintai mereka. Mereka ingin selalu ada untuk kita, karena kita, selalu ada untuk mereka. Pasti rasanya akan lebih menyenangkan, bukan?
Artikel mb' yasmina hasni benar-benar menggetarkan hati miumi, sebagai orang tua terkadang tidak sadar kita yang menciptakan dendam dan ada saatnya anak bisa membalasnya tanpa kita sadari. 

Mpasi episode ke 2

Bismillahirrohmanirrohim...
Pengen deh cerita soal pernak-pernik mpasi dan akhirnya pun kesampaian juga cerita mpasinya adek. Soalnya pas mas edgar ga bisa punya waktu santai, kali ini lumayan nebeng ditempat uti ga capek masak juga dan malam kalau agak segeran dikit (lumayan siang pas nenenin bisa ikut bobok sebentar, biasanya kan engga kalau adek bobok eh mas bangun giliran mas e bangun eh adeknya bobok nasib single fighter) dan pas malamnya berdua udah pada bobok gasik diselain deh cerita kaya gini ini. Padahal kan udah anak kedua ya tapi tetep aja waktu masuk 6 bulan mau memulai mpasi eh keder mak. Berhubung itu sudah 4 tahun yang lalu miumi kan jadi agak surem-surem gitu ingatannya akhirnya brosang-brosing lagi deh biar wawasannya terjangkau, coba pas mas edgar miumi cerita di blog mungkin buka dikit ingatannya jadi seger lagi. 
Mpasi kali ini miumi bikin se simple-simplenya bikos sudah beranak dua tanpa asisten ya di bikin se simple mungkin, soalnya miumi ga tega kasih maem instan jadi bikin yang super duper simple  terpenting tetap sehat Insha Allah.
First taste nyobain pisang cuman di kerok gitu aja pake sendok eh sempet muntah banyak, akhirnya ga miumi kasih lagi deh mungkin lain kali.
hari selanjutnya miumi kasih pure alpukat no mix-mix yang lainnya cuman agak diencerin aja pake air soalnya miumi ga simpan stock asi di luar pokoknya kalau mau nen harus dari gentongnya langsung. Pas dirasain agak aneh gitu mukanya tapi ga dimuntahin miumi cobain pelan-pelan sampai wajahnya berubah keenakkan hahaha. Seneng deh liat first tastenya kalau mpasi itu rupa-rupa sekali ekspresinya.  
Hari berikutnya langsung aja ya ke menu - menu sehari hari edisi mpasi kali ini 
Edisi 6 bulan
Disarankan pengenalan awal lebih sering kesayur hijau dulu seperti bayam, bok choi, brokoli, kalau buah misal alpukat pokoknya yang mendekati plain soalnya ada juga sayur yang cenderung manis seperti labu siam, wortel, kabocha, ubi. Cuman berusaha biar anak suka sayur.
Dan berhubung pengalaman kakaknya yang super duper full aktivitas dan asupannya kurang jadi kurus lah badannya (tapi yang penting sehat ya mas edgar (~.~) muc..muc..), miumi dikasih tau maemnya dicampur unsalted butter kalau kaya miumi yang awam makanan kaya gitu beli aja di supermarket kalau di toko bahan-bahan roti itu juga ada tanya aja mentega yang ga asin kalau pake bahasa-bahasa canggih unsalted-unsalted yang ada penjaga tokonya melongo hohoho. mentega itu buat tambah-tambah lemak berhubung awal-awal maem kan isinya cuman karbohidrat ma sayur buah miumi coba deh ikhtiar itu buat fat booster selain alpukat juga, tapi tetep yang penting sehat kalau gendut or kurus tapi sakit-sakitan emohlah. 

Ini dia menu-menu adek sehari-hari


ini penampakan stok mamnya adek yang udah beku, tinggal dimasukin aja di penghangat nasi ready to mam deh


Kalau sayur miumi suka dikukus, untuk sekali maem awal-awal 2 blok agak diencerin berhubung udah pakai butter kalau kurang encer bisa ditambahin air/asip sedikit. Sekarang nambah jadi 4 blok 2 blok karbo, 2 blok sayur takaran kira-kira sih setengah gelas sekali maem. Kombinasi muter aja biar ga cepet bosen, paling lama 4 hari dengan menu yang sama biar tau juga alergi apa tidak dengan makanan itu.  

Alpukat pepaya


jeruk baby, buah naga


kentang, wortel, tomat, butter


biskuit baby, pepaya


ubi kuning, buah naga
ini ubi kuning plus buah naga ternyata adek ga begitu suka biarpun maemnya pake senyum-senyum manis gitu ga habis juga maemnya, ni menu soalnya serba manis, kalau buah naga yang agak asem adek malah suka,"seger kali ya dek"

Alpukat, jeruk baby, buah naga


buah naga, kukis rasa original


jeruk baby, kukis rasa original


Dapet oleh-oleh dari mbah akung katanya dikasih temen, kata mbah akung namanya labu belanda setelah dilihat di supermarket ternyata namanya butternut pumpkins/labu madu, daging buahnya persis sama dengan labu parang cuman bijinya kecil-kecil bahkan ada juga yang tanpa biji rasanya manis cuman miumi kukus habis itu saring deh, adek agak ga lahap kalau cuman manis saja harus dicampur nasi/sayur hijau biar ga terlalu manis.




Senyummu merontokkan capeknya miumi bikin maem mu Lupyu...
Apapun maemanmu yang penting sehat terus ya nang two.


Kelinci oh kelinci


Bismillahirrohmanirrohim
Entah dari kapan pastinya tapi yang jelas sudah lama kalau ada tayangan kelinci di tv pasti bilang mau itu mi...mau itu mi, akhirnya dapat juga. 
Kronologisnya waktu libur semester awal kemarin kan seminggu liburan di tempatnya uti entah nonton di tv apa di internet tau-tau pas malem tahun baru ngotot minta beli kelinci, akhirnya diputer-puterin tu sama atungnya niatnya mau dilihatin pet shop yang pastinya tutup kan malam tahun baru. Akhirnya tau tutup rewel pun mereda, tapi besok-besoknya amboi...full seharian sampai kira-kira 2 harian meneror atungnya nagih kelinci udah dijelasin habis tahun baru masih tutup tokonya entar paham ga rewel tapi selang berapa jam nagih lagi mang dasar anak-anak :-) , sampai atung tidur tak nyenyak makanpun tak enak hahaha.
Sampai pada finalnya ya udahlah sepertinya memang pengen banget akhirnya minta anterin atung ma uti nyari kelinci, miumi rekomendasiin tu liat dulu di alun-alun kota kalau sore kan ada yang jual kelinci, hamster dll mungkin secara harga lebih miring dibandingkan di pet shop. 
Ternyata oh ternyata edgar udah hafal bukan tempat itu yang dimau, ribut bilang maunya toko binatang yang ada warung makannya.
Memang pernah makan di warung spesialisasi makanan pekalongan mr.bon di depan warung itu ada pet shop, selesai makan diajak ayahnya liat-liat ternyata ada yang diincarnya. Akhirnya atung ke pet shop itu deh, liat-liat-liat pilihan jatuh ma kelinci jantan putih corak keabu-abuan, kata uti kalau udah seneng itu ya itu tok yang dimau diiming-imingi yang lebih gede ga mau, yang putih bersih ga mau ya begitulah edgar.
Sampai rumah ga boleh di taruh di luar harus di dalam, niatnya memang biar bisa pegang-pegang terus, diusap-usap sampe di kikis hahaha. Terus ambil boneka kelincinya dijejerin ma bilang "sama ni mi...sama ni", mang ada aja. Terus pup ma pis sembarangan akhirnya dibujukin atung mau deh dikandangin, untuk sementara berhubung adanya kandang ayam ya pake kandang ayam dulu nanti sampai ditempat ayi mau dibuatin kandang benerannya. 
Dan dasar emang edgar lagi gemes-gemesnya pengen di pegang-pegang terus akhirnya lepasin dari kandangnya dan sempet kelincinya main-main kesana-kemari dan terjadilah insiden kelincinya maem makanan yang ada racunnya buat perangkap tikus dan shocklah kita, soalnya yang tadinya segar bugar langsung lemes tak berdaya kassihan banget.



Kasihan deh liat kelincinya tak berdaya gara-gara makanan yang ada racun tikusnya

Dengan sigap atung kasih ramuan-ramuan alakadarnya minyak kelapa lah, daun pepaya lah dan apalah-apalah biar si kelinci mau muntahin makanan yang di dalem perutnya, ga tega banget liatnya edgar aja sampai mendayu-dayu gitu kalau liat kelincinya tau kalau kasihan . Miumi pun minta tolong omang beliin air kelapa ijo biar penetral racunnya. Sampai pup nya pun udah berair-air gitu saking banyaknya diminumin rupa-rupa. Alhamdulillah ternyata masih diberi umur panjang padahal udah pasrah kalaupun sampai mati, kira-kira 2 hari an dengan segala daya upaya akhirnya membaik juga. 
Sampailah dirumah ayi dan rupa-rupalah tingkah si kelinci sempet pupup di atas kasur lah dicuci kasurnya dan 3 hari baru kering, sempet kabur keluar rumahlah untung ketahuan belum jauh. Pokoknya bikin kerjaan tambahan deh, edgar yang pengen cuman bagian sayang-sayang dowang dan itupun bertahan cuman beberapa bulan dan akhirnya bosanlah sudah sampai akhirnya agak ga keurus juga miumi ga punya tim support yang lain yang harusnya mandiin, potong kuku, kasih obat jamur miumi pun kewalahan. Akhirnya Kamis, 17 maret 2016 si kelinci ditemukan udah kaku rest in peace ya kelinci (T.T). 
Udah keturutan ya nang punya kelincinya dan sampai sekarang pun mas edgar masih inget kalau pernah punya kelinci dan akhirnya mati.