Rabu, 04 September 2013

Just arrived from heaven (19 maret 2012)

Bulet-bulet






Kamar 205 inilah saksi perjuanganku 
 Sofa VIP buat ayah

Nglanjutin tidur semalem ikut menyusui

This is it's my bebe boi

Bismillahirrohmanirohim,
Khaizuran edgar putrayunta, putra dari yulia dan apta yang diharapkan kelak menjadi pemimpin yang dapat menjadi tombak keberuntungan bagi banyak orang amin!. Nama inilah yang menjadi doa dan harapan kami berdua atas kelahiran putra pertama kami, dan Alhamdulillah berkat doa semuanya persalinannya diberi jalan kemudahan.
Hari senin, 19 maret 2012 pukul 06.00 wib mulai terasa kontraksi kecil dan sedikit keluar bercak darah agak sedikit panik dan diperiksalah dibidan deket rumah ternyata surprised sudah pembukaan 3. Memang sudah jauh-jauh hari diputuskan pengen melahirkan di rumah sakit budi rahayu pekalongan (maklum anak pertama agak ketakutan kalau jauh dari dokter walaupun lahirannya ma bu bidan juga) akhirnya pulang dengan segenap semangat tanpa kepanikan (whoosaah....!!!manajemen paniknya diterapkan hehehe), mandi, sarapan, pukul 10.00 wib naik motor cb merah ayah dan berangkatlah ke rumah sakit.
Ternyata perjalanan dari rumah ke rumah sakit bikin jadi pembukaan 5 amazing cepet sekali, ayah sudah urus kamar dsb, jadilah siap-siap pakai piyama rumah sakit. Dan mulailah apa itu yang disebut kontraksi sudah bikin tidak bisa berdiri tegap, glosor deh dibed sambil komat-kamit baca doa (hehehe). Tiba-tiba Byur...air ketuban pecah pas didepan ayah ma eyang atungnya (hehehe...untungnya respon mereka cepet jadi ga kena badan mungkin kena kaki dikit) dan perjuangan pun dimulai. Sudah masuk ke ruang bersalin tapi pembukaan belum full dan inilah yang disebut the real fighter dari melahirkan, semua badan gemeteran, sakit jangan ditanya ini perjuangan hidup dan mati seorang ibu. Tarik napas panjang keluarkan dan lama-lama pun napas jadi tersengal-sengal. Sudah separo tenaga terbuang tapi kok bu bidan masih sibuk sendiri,mulai deh keluar paniknya ma suara-suara aneh tak berarti tanpa sadar terucap tentu saja gara-gara sakit yang mulai luar biasa rasanya (salut ma ibu2 jaman dulu yang anak2nya banyak) akhirnya suara-suara itupun bisa bikin bu bidan bertindak juga hehe.
Dan kres..kres..suara gunting pun terdengar dan dengan dua dorongan akhirnya keluarlah my cutie bebi boy.......alhamdulillah akhirnya. Disaat bebi ed sedang dibersihkan kok disuruh bu bidan gigit handuk mau diapain nih ternyata mulai proses penjahitan dan itu LUAR BIASA rasanya sampai tangan ayah ikut-ikutan sakit gara-gara tercabik-cabik kuku (hehehe...lebay ya mang iya ko' beneran sakit) masih inget kata asisten bidannya wah untung mbak sama bu bidan sulasmi dia terkenal jahitnya rapi (hehehe penting apa ya pake diterangin rapinya jadi geli sendiri). Selesai ayah mengadzani direkamlah sebentar si bebi ed terus dilihatin ga kerasa terharu biru huhuhu...., kita sudah jadi ayah dan ibu. Welcome bebe ed my bebi boy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar