Minggu, 05 Januari 2014

Anyam Anyaman Nyaman


  

ANYAM - ANYAMAN NYAMAN


Anut runtut tansah reruntungan  
Munggah mudhun gunung anjlog samudra  
Gandheng rendhengan jejering rendheng 
 Reroncening kembang Kembang temanten
Mantene wus dandan dadi dewa dewi Dewaning asmara 
gya mudhun bumi
 Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir Mahargya dalan temanten Dalanpun dewa dewi
Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi...


( selalu bergandengan tangan seiring sejalan
naik turun gunung sampai kedalam samudera
beringan laksana rangkaian bunga untuk pengantin

sang pengantin telah berdandan laksana dewa – dewi
dewa asmara yang turun ke bumi

lihatlah mendung menyingkir
menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa – dewi

terdengar suara terompet
berarak – arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu
dan segeralah menuju ke bumi )
Sudjiwo tejo 

Kalau dengerin lagu simbah ini mesti jadi jatuh cinta lagi (ma suaming lho ya...) buat penghantar tidur juga bikin cepet merem (orang jawa bilang angklesh), selamet menikmati.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar