ANYAM - ANYAMAN NYAMAN
Anut runtut tansah reruntungan
Munggah mudhun gunung anjlog samudra
Gandheng rendhengan jejering rendheng
Reroncening kembang Kembang temanten
Mantene wus dandan dadi dewa dewi Dewaning asmara
Mantene wus dandan dadi dewa dewi Dewaning asmara
gya mudhun bumi
Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir Mahargya dalan temanten Dalanpun dewa dewi
Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi...
Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak, Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi...
( selalu bergandengan tangan seiring sejalan
naik turun gunung sampai kedalam samudera
beringan laksana rangkaian bunga untuk pengantin
sang pengantin telah berdandan laksana dewa – dewi
dewa asmara yang turun ke bumi
lihatlah mendung menyingkir
menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa – dewi
terdengar suara terompet
berarak – arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu
dan segeralah menuju ke bumi )
Sudjiwo tejo naik turun gunung sampai kedalam samudera
beringan laksana rangkaian bunga untuk pengantin
sang pengantin telah berdandan laksana dewa – dewi
dewa asmara yang turun ke bumi
lihatlah mendung menyingkir
menuju ke tepi dan segera berlalu
sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa – dewi
terdengar suara terompet
berarak – arakan dan bergembira
tidak putus- putusnya arakan itu
dan segeralah menuju ke bumi )
Kalau dengerin lagu simbah ini mesti jadi jatuh cinta lagi (ma suaming lho ya...) buat penghantar tidur juga bikin cepet merem (orang jawa bilang angklesh), selamet menikmati.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar