Bismillahirohmanirrohim
Setelah cerita miumi nemuin foto-foto jadul ante ternyata miumi nemuin foto-foto orang tua atung (embah buyutnya sigar sige) biar kenal yo nang.
Inilah mbah buyutmu alm. Mbah djaelani dan almh. Mbah , miumi aja ga berjodoh semasa hidupnya ma mbah buyut putri cuman mbah buyut kakung aja. Sempet diceritain dulu perang pake bambu runcing, dan yang paling wow mbah bisa bahasa jepang. Ngobrol cerita pake bahasa jepang didepan anak cucu-cucunya pas ngumpul diwonosalam, yang bikin geli sempet nyanyi jepang juga gatau artinya tapi dari ekspresi lagu ceria dan wajah mbah yang lucu bikin kita ketawa yang jelas bukan lagu doraemon ya hahaha.
Tapi dibalik itu mbah sosok yang sangat keras dan disiplin bagi anak-anaknya, ditambah kehidupan yang dulu masih keras, rumah ditengah hutan, makan seadanya yang ditanam dipekarangan rumah, pelihara hewan ternak. Sempet ada cerita juga malam-malam saudara kandung atung yang namanya....malem-malem disuruh jaga kandang (karena memang ada jadwal penjagaan hewan ternak pada saat itu) padahal masih demam dan akhirnya meninggal dunia.
“But there's a story behind everything. How a picture got on a wall. How a scar got on your face. Sometimes the stories are simple, and sometimes they are hard and heartbreaking. But behind all your stories is always your mother's story, because hers is where yours begin.” ― Mitch Albom, For One More Day Cerita ini hanya untuk di kenang dan miumi menuliskannya di saat masih bisa mengingatnya
Kamis, 28 September 2017
Embah Moyang
Mbah Ahmad Djaelani dan Mbah supiyah (orang tua dari Atung pribadi)
Mbah supiyah (ibunya Atung)
Pribadi Achmad djaelani (eyang Atung)
Mbah Sultanah dan Mbah musahal (orang tua dari uti Karyati)
(Mbah sutarni/ibunya Ayi jilbab biru sama kembarannya Mbah...)
(Bulik win istri alm. Om Gatot/adiknya Ayi, Mbah ..., Mbah tarni, Bulik Ita/adiknya Ayi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar